Keunggulan Furniture Kayu Trembesi

Ratusan tahun kehidupan, pohon-pohon asli Amerika yang tumbang seperti hujan menjadi saksi perjuangan bangsa. Pernahkah seorang musafir melihat pohon besar ini? Ini adalah pohon Trembesi atau juga disebut Albizia Saman. Pohon ini adalah tanaman asli Amerika dan telah menyebar ke hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pohon-pohon Trembesi memiliki batang besar dan dapat mencapai ketinggian 30 meter. Tidak mudah dicampur, pohon ini juga mengandung manfaat lingkungan.

Ketika Trembesi tumbuh, mereka biasanya digunakan sebagai bayangan bagi manusia. Pohon ini juga membantu menyerap karbon dioksida dan air. Taman raksasa ini juga disebut sebagai pohon hujan, karena sering meneteskan air dari pohon ini. Kehadiran air yang menetes ini disebabkan kemampuan pohon Trembesi untuk menyerap air tanah.


Batang pohon ini digunakan sebagai bahan bangunan Trembesi memiliki bunga merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam dan memiliki bentuk polong. Benih-benih pohon atau Mindhik ini, yang disebut Siter atau Godril, diubah menjadi makanan ringan. Akar pohon Trembesi dapat digunakan sebagai obat tambahan yang biasanya digunakan selama mandi untuk mencegah kayu suar .

Selain itu, Trembesibl�tter juga dapat digunakan untuk pengobatan penyakit kulit, sakit kepala, flu, dan penyakit usus. Pohon yang dapat hidup selama ratusan tahun dianggap sebagai saksi perjuangan rakyat Indonesia. Ini karena pohon trembesi yang ditanam di Istana Negara sedang ditanam oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Yang mengejutkan, pohon itu masih ada. Sayangnya, pohon Trembesi ini saat ini merupakan pohon langka.

Pohon dengan nama latin Albizia Saman dapat hidup ratusan tahun. Trembesi juga bisa tumbuh hingga 35 meter. Bayangan sering menjadi bayangan di halaman sebuah bangunan. Tak heran, jika kita melakukan city tour ke Istana Negara, suasananya begitu sepi dan indah.

peredam karbon dioksida
Trembesi dapat menyerap lebih banyak karbon dioksida daripada pohon lain. Menurut Endes N. Dahlan, seorang profesor di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, pohon Trembesi dapat menyerap 28,5 ton karbon dioksida per tahun. Penyerapan ini lebih dari dua kali lipat bambu, yang menyerap 12 ton karbon dioksida per tahun. Selain itu, “solo” menyerap 500 kg karbon dioksida per tahun dibandingkan dengan pohon beringin. Tidak heran banyak pohon Trembesi ditanam di sepanjang jalan raya. Dengan demikian dapat langsung menyerap emisi karbon dioksida kendaraan bermotor.

jamu
Benih-benih Trembesi dalam bentuk quaci. Selain digunakan sebagai makanan ringan, biji Trembesi tampaknya menjadi pencahar. Caranya: Cukup siapkan biji Trembesi dengan air hangat hingga mencair, lalu minum saat panas. Selain itu, ekstrak daun ini juga bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan mikroba tuberkulosis, bakteri penyebab penyakit tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *